Asesmen ini menggabungkan tiga sub-indeks (Bank Index, Monetary Index, Monetary Democracy Index) yang disusun dari kerangka literasi/inklusi keuangan, riset kepercayaan institusional, dan teori transparansi & akuntabilitas bank sentral. Catatan di bawah menjelaskan dasar tiap pilar dan sumber yang relevan secara metodologis maupun teoretis — bukan hasil adaptasi instrumen tervalidasi yang identik, melainkan disusun dengan mengacu pada logika pengukuran instrumen-instrumen tersebut.
Akses & Pengalaman Digital
Mengikuti logika survei sisi-permintaan (demand-side) yang mengukur akses dan penggunaan layanan keuangan langsung dari pengalaman individu, sebagaimana dikembangkan dalam Global Findex Database (Bank Dunia) — lih. Demirgüç-Kunt, Klapper, Singer & Ansar (2022); Klapper, Singer, Starita & Norris (2025).1
Biaya & Transparansi, Keadilan Kredit
Berpijak pada agenda perlindungan konsumen keuangan G20/OECD dan kerangka OECD/INFE Toolkit for Measuring Financial Literacy, Inclusion and Well-Being, yang menempatkan kejelasan biaya, bunga, dan akses kredit sebagai dimensi inti kapabilitas finansial.2
Kepercayaan & Keamanan
Item dirancang mengikuti struktur tiga dimensi kepercayaan institusional dari Integrative Model of Organizational Trust — ability (kompetensi), benevolence (keberpihakan pada kepentingan nasabah), integrity (konsistensi moral) — Mayer, Davis & Schoorman (1995), yang telah banyak diadaptasi ke konteks kepercayaan pada institusi non-interpersonal termasuk lembaga keuangan dan pemerintah.3
Governance (Suara Nasabah)
Secara metodologis sejalan dengan pendekatan sampling dan cakupan sektor jasa keuangan pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh OJK bersama BPS, yang menjadi rujukan utama pengukuran literasi-inklusi keuangan di Indonesia.4
Literasi Moneter
Mengadopsi struktur lima parameter literasi keuangan (pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, perilaku) yang dipakai OECD/INFE dan SNLIK, diperluas ke topik penciptaan uang yang jarang tercakup dalam instrumen literasi keuangan konvensional.2,4
Perlindungan Daya Beli
Terhubung dengan literatur transparansi kebijakan moneter yang mengaitkan tingkat transparansi bank sentral dengan capaian inflasi jangka panjang — Dincer, Eichengreen & Geraats (2022), memperbarui indeks transparansi Eijffinger & Geraats (2006).5
Kredit sebagai Hak Ekonomi
Merefleksikan perdebatan teoretis antara pandangan arus-utama yang memperlakukan kredit sebagai komoditas pasar dan pandangan heterodoks yang menempatkan penciptaan & alokasi uang/kredit sebagai sumber daya publik yang seharusnya demokratis — lih. Mellor, Debt or Democracy: Public Money for Sustainability and Social Justice (2015).6
CBDC, Kripto & Uang Komplementer
Kerangka pertanyaan preferensi mengacu pada temuan riset adopsi CBDC bahwa kepercayaan pada bank sentral menjadi moderator utama niat adopsi, di samping kekhawatiran privasi — lih. survei tahunan BIS tentang CBDC & kripto (mis. Auer, Cornelli & Frost 2020; Bank for International Settlements 2023/2024) dan eksperimen survei BIS Working Paper No. 1147 (2023).7
Pilihan Bentuk Uang, Partisipasi
Meminjam gagasan "demokratisasi uang" — bahwa kekuasaan menciptakan & mengedarkan uang adalah sumber daya publik yang semestinya berada di bawah kendali demokratis, bukan monopoli sirkuit swasta perbankan — Mellor (2015, 2019), "Democratizing Finance or Democratizing Money?"6,8
Transparansi & Akuntabilitas Kebijakan
Didasarkan pada literatur akuntabilitas bank sentral yang mengukur sejauh mana otoritas moneter menjelaskan tujuan, keputusan, dan justifikasinya ke publik — Eijffinger, Hoeberichts & Schaling, "A Theory of Central Bank Accountability" (2000); indeks transparansi Dincer-Eichengreen-Geraats.5,9
Resiliensi & Keadilan Sistemik
Mengaitkan ketangguhan & pemerataan sistem keuangan dengan literatur inklusi keuangan yang menghubungkan akses finansial dengan pengurangan kesenjangan dan ketahanan rumah tangga terhadap guncangan ekonomi (Global Findex; SNLIK).1,4
Item Persepsi Global ("Gut Feel")
Pertanyaan skala tunggal yang meminta penilaian menyeluruh (bukan turunan dari pilar-pilar lain) mengikuti tradisi item ukuran subjektif global tunggal dalam riset survei sosial, sebagai pembanding validitas konvergen terhadap skor komposit.